Minggu, 03 Juli 2011

PABLO PICASSO

Pablo Ruiz Picasso
(25 Oktober 1881 – 8 April 1973) adalah seorang seniman yang terkenal dalam aliran kubisme dan dikenal sebagai pelukis revolusioner pada abad ke-20. Jenius seni yang cakap membuat patung, grafis, keramik, kostum penari balet sampai tata panggung. Lahir di Malaga, Spanyol 25 Oktober 1881 dengan nama lengkap Pablo (or El Pablito) Diego José Santiago Francisco de Paula Juan Nepomuceno Crispín Crispiniano de los Remedios Cipriano de la Santísima Trinidad Ruiz Blasco y Picasso López. Ayahnya bernama Josse Ruiz Blasco, seorang profesor seni dan ibunya bernama Maria Picasso Lopez.


Pendidikan

       Picasso memiliki sifat yang selalu ingin belajar. Perbedaan kota atau negara bukan suatu halangan untuk memperoleh beragam ilmu. Di usia 14 tahun, ia lulus ujian masuk School of Fine Arts di Barcelona dan dua tahun pindah ke Madrid untuk belajar di Royal Academy. Tak lama kemudian dia kembali lagi ke Barcelona dan bergabung di Els Quatre Gats, tempat para penyair, artis dan kritikus untuk tukar menukar ide yang didapat dari luar Spanyol. Pada usia 23 tahun, Picasso pindah ke Paris, kota pusat seni dunia pada masa itu.

Karya-karya

     Picasso menghasilkan 20.000 karya dalam hidupnya. Yang menarik, Picasso sering berganti gaya lukisan. Ini bisa terjadi karena Picasso memiliki banyak teman. Seperti dari gaya lukisan biru dan merah jambu (karena lukisan didominasi warna biru dan merah jambu) berubah drastis ke gaya kubisme, akibat pengaruh pertemanannya dengan Georges Braque.
Gaya kubisme inilah yang mengejutkan dunia seni, karena mengubah persepsi orang akan suatu keindahan seni. Kalau sebelumnya lukisan wanita mudah dikenali wajah modelnya, oleh Picasso dibuat drastis sehingga bentuk lukisannya sulit dikenali lagi, seperti yang ia tuangkan lewat karya Demoiselles d'Avignon. Ini bukan berarti Picasso sembarangan saja membuat lukisan. Ia sebelumnya telah mempelajari karya pematung Iberia dan patung-patung Afrika lainnya (patung primitif) yang biasanya berbentuk melengkung dan tidak proporsional.
      Ketidaksembarangan Picasso juga dibuktikan dengan beberapa eksperimen yang sering dilakukannya, terutama pada perspektif dan distorsi yang ada pada suatu lukisan. Sehingga gaya kubisme temuan Picasso ini mengubah wawasan dunia akan penilaian suatu lukisan. lukisan bukan saja sebagai keindahan seni, tetapi merupakan pula sebagai hasil penelitian dan eksperimen.

Inspirasi dari Kenyataan Hidup

      Picasso adalah seniman yang melankolis, berkepribadian kuat, egois dan hidupnya sangat bebas. Tak heran, karya karyanya banyak mencerminkan kepribadiannnya itu. kepribadiannya yang kuat, egois dan bebas, banyak terlihat dari karya seninya yang berkesan kontroversial dan sangat ekspresif, beda dari yang pernah ada sebelumnya. Di sisi lain, kemelankolisan Picasso terungkap dari sifatnya yang sangat sensitif serta rinci dalam menilai suatu kenyataan hidup. Ia sanggup membuat kenyataan hidup itu sebagai sumber inspirasi karyanya. Misalnya. lukisan Mesra Cinta (periode biru) yang bersuasana muram dan pesimis, mencerminkan masa-masa sulit Picasso di tengah situasi yang kompetitif. Lukisan Guernica yang menjadi pusat mata di Museum Reina Sofia (Madrid) adalah goresan tangan dari hasil ingatannya pada tragedi berdarah awal tahun 1930-an di daerah Basque, Guernica terjadi ketika perang sipil dan jatuhnya ratusan bom. Kemudian burung merpati, simbol perdamaian dunia, ternyata juga merupakan rancangannya. Picasso menyelesaikan seni grafis itu setelah terisnpirasi oleh burung Melanesia, pemberian Henri Matisse.
       Lebih unik lagi, Picasso juga menjadikan wanita sebagai sumber inspirasi. Konon, setiap wanita memberikan inspirasi berbeda baginya. Misalnya dari kekasihnya, Marie-Terese Walter, ia menghasilkan karya La Reve (mimpi) yang laku terjual 48.402.500 dolar AS. Dari kekasihnya yang lain, Eva Gouel, terlahir lukisan Femme Assise Dans Un Fauteuil, yang termasuk salah satu adikarya gaya kubistis. Tak heran jika Picasso sampai dijuluki Don Juan (playboy). Selain berganti-ganti kekasih, ia juga telah menikah beberapa kali, antara lain dengan Fernande Olivier, Marchelle Thumbert, Olga Kohklova dan Jaqueline Roque.











GUERNICA

1937
349 x 776 cm
Oil on Canvas
Museo Reina Sofia, Madrid


       Lukisan ini bercerita tentang pemboman kota Guernica di propinsi Biscay, Spanyol pada tahun 1937. Pemboman yang dilakukan oleh 28 orang Jerman tersebut menewaskan 250 orang dan melukai sekitar 1600 warga.
       Lukisan ini menggambarkan tragedy dan penderitaan yang diakibatkan oleh perang, terutama yang terjadi pada masyarakat sipil yang tidak mengerti apa-apa. Dalam perkembangannya, karya ini menjadi sebuah karya abadi yang memosisikan diri sebagai simbol anti perang dan kampanye dukungan atas perdamaian.


GARCON A LA PIPE
1904-1906
100 x 81.3 cm
Oil on Canvas



        Lukisan ini dibuat oleh Picasso saat dirinya berumur 24 tahun. Menggambarkan seorang anak muda kota Paris yang berbaju biru pakaian pekerja, memegang sbuah pipa rokok kecil berwarna hitam di tangan kanannya. Anak muda itu memandang dengan tatapan kosong, sementara dua ikat bunga mawar di atas dua pot besar berada di dinding di belakangnya. Dilukis pada masa ”Rose Period” (1904-1906), masa dimana lukisan-lukisan Picasso bercorak riang dan didominasi warna oranye dan merah muda. Lukisan ini tidak bergaya ”cubist” seperti lukisan-lukisan cubist Picasso lainnya.
         Garcon a la Pipe (Bocah dengan Pipa Rokok) terjual senilai US$104,1 juta atau setara dengan 1,15 triliun rupiah dalam pelelangan Sotheby’s, New York 4 Mei 2004.


DORA MAAR AU CHAT
1941
128.3 x 95.3 cm
Oil of Canvas
Owned by the Gidwitz Family of Chicago (Leigh and Mary Block)


        Dora Maar au Chat (Dora Maar dengan kucing) adalah lukisan yang dibuat oleh Pablo Picasso pada tahun 1941. Lukisan ini menggambarkan seorang wanita yang sedang duduk di sebuah kursi kayu dengan seekor kucing kecil berada di bahunya. Lukisan potret diri ini menimbulkan kontroversi, karena ada yang menganggap bahwa lukisan ini menggambarkan diri kekasihnya, Dora Maar, seorang artis fotografer yang menjadi kekasih Picasso selama 10 tahun (1930-1940). Ada pula pendapat lain yaitu bahwa Dora Maar merupakan seorang istri pelukis asal Kroasia.
       Lukisan ini laku terjual seharga US$95,2 juta atau setara dengan 1,05 triliun rupiah di pelelangan Sotheby’s pada 3 Mei 2006.



GIRL BEFORE A MIRROR
1932
162.3 X 130.2 cm
Oil on Canvas
The Museum of Modern Art







      Lukisan karya Picasso yang satu ini menggambarkan tentang nyonya rumah muda Picasso yaitu Marie Therese Walter, salah satu dari orang yang difavoritkan olehnya di awal tahun 1930.




LES DEMOISELLES D’AVIGNON

1907
243.9 x 233.7 cm
Oil on Canvas
Museum of Modern Art, New York City


    Di awal tahun 1907 Picasso memulai membuat karya Les Demoiselles d’Avignon, yang akan menjadi pembuktian yang terpenting dalam sejarah. Lukisan ini dimulai seperti sebuah cerita adegan tempat prostitusi dengan lima perempuan dan dua lelaki (seorang pelajar kedokteran dan pelaut). Tetapi lukisan ini berubah menjadi seperti yang tertuang di atas karyanya.  Wajah kelima perempuan itu tebal mengerikan dan cemas. Ada sebuah kekuatan tak terlihat dari kecemasan seksual tersebut. 


(Dari Berbagai Sumber)





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar